1. Celana Kulot Segala Usia
2. Bawang Bombai Langganan
3. Produk perawatan badan
4. Rabbani langganan
5. Lipstik bagus
6. Daster favorit
7. Sepatu kerja
8. Case iphone 11
9. Celak (bagus untuk mata)
10. Sampo bagus untuk rambut
Sastra yang indah adalah sastra yang mampu memberikan segudang penafsiran berbeda antara pembaca yang satu dengan yang lain
1. Celana Kulot Segala Usia
2. Bawang Bombai Langganan
3. Produk perawatan badan
4. Rabbani langganan
5. Lipstik bagus
6. Daster favorit
7. Sepatu kerja
8. Case iphone 11
9. Celak (bagus untuk mata)
10. Sampo bagus untuk rambut
Sumber: Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021)
Setelah mampu memahami dan menulis teks negosiasi, siswa dapat mempresentasikan hasil karyanya. Untuk metode presentasi yang dipilih, siswa dapat menggunakan model bermain peran (role playing). Sebelumnya, siswa perlu menyiapkan naskah atau teks negosiasi yang sudah tersusun lengkap. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan skenario peristiwa
Pada tahap pertama, kalian perlu memberi penjelasan terhadap tahapan peristiwa yang terdapat pada teks negosiasi. Urutan kejadian pada naskah teks negosiasi perlu direncanakan dengan baik.
2. Mempelajari karakter peran
Karakter peran dalam teks negosiasi tidak serumit pementasan drama. Dalam hal ini, kalian hanya perlu tampil sebaik mungkin dan berperan sebagai pihak-pihak yang terlibat dalam teks negosiasi tersebut.
3. Menentukan pemeran
Pilih pemeran sesuai dengan jumlah pihak yang terlibat dalam naskah teks negosiasi. Beberapa teman kalian dapat terlibat sebagai pemeran pembantu.
4. Menata panggung/latar dan peralatan pendukung.
Penataan panggung atau latar untuk bermain peran disesuaikan dengan naskah teks negosiasi, misalnya latar di kelas maka perlu disiapkan meja dan kursi sebagai peralatan pendukung atau alat peraga.
5. Berlatih
Latihan diperlukan untuk meminimalisasikan kesalahan dalam pe- laksanaan bermain peran. Latihan dapat dilakukan beberapa kali dengan teman kelompok untuk membiasakan menghafal naskah, menghilangkan demam panggung, dan melancarkan pengucapan.
6. Melakukan pemeranan
Dalam tahap ini, kalian diharuskan tampil sesuai dengan naskah teks negosiasi yang kalian susun. Upayakan tampil dengan maksimal dan sebaik mungkin.
7. Diskusi dan evaluasi
Kegiatan diskusi berupaya untuk memberi penilaian terhadap kualitas pemeranan dan memberikan saran masukan untuk perbaikan lebih lanjut pada penampilan selanjutnya.
Terima kasih sudah berkunjung di blog saya
Sumber: Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021)
Ada beberapa tahapan proses menulis. Begitu pula proses menulis teks negosiasi, ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang dapat kalian lakukan. Untuk itu, berikut ini langkah-langkah yang dapat kalian lakukan untuk menulis teks negosiasi.
1.Tentukan tema/topik
Pilihlah satu topik menarik berdasarkan pengalaman atau pengamatan kalian di lingkungan sekitar atau pada peristiwa yang pernah kalian dengar dan ketahui.
Misalnya: tawar menawar barang, tujuan tempat rekreasi, penentuan lokasi kemah pramuka, dan lain sebagainya.
2. Menentukan pihak yang terlibat
Penentuan pihak yang terlibat dalam teks negosiasi didasarkan pada tema yang dipilih.
Misalnya: penjual dan pembeli, orang tua dan anak, siswa dan guru, anggota dan pembina pramuka.
3. Menentukan perbedaan kepentingan antara dua pihak
Tujuan negosiasi adalah mencari kesepakatan atau persetujuan antara dua pihak. Oleh karena itu, perbedaan antara dua pihak yang terlibat harus muncul terlebih dahulu.
Misalnya: perbedaan harga barang penjual dan pembeli, perbedaan pandangan tempat rekreasi, penentuan kemah rekreasi, dan lain sebagainya.
4. Menentukan kesepakatan antara dua belah pihak
Berikut tugas yang dikerjakan!
Anak-anak tugasnya silakan bertanya-tanya ke expo campus meliputi: trik dan tips masuk perguruan tinggi, pengalaman menarik saat kuliah, suka dan duka saat kuliah, biaya yang dibutuhkan saat kuliah.
Setelah kalian mendapatkan informasi, laporkan hasil observasi tersebut pada kolom komentar di bawah ini! Jangan lupa sertakan nama dan kelas ya!
Contoh:
Nama: Dinda Kanya dan Erin Septiani
Kelas: XC
Hasil observasi yang saya peroleh yaitu saya mendapatkan informasi mengenai trik dan tips masuk perguruan tinggi yaitu dengan belajar giat. Pengalaman menarik saat kuliah dari penuturan kakak Ifan yaitu pada saat berorganisasi di kampus karena bertemu dengan mahasiswa lain yang menginspirasi. Suka dan duka kuliah yaitu untuk dukanya tugas yang dikerjakan lumayan banyak dan sukanya tugas tersebut bisa dikerjakan bersama-sama sehingga menambah solidaritas. Biaya yang dibutuhkan saat ikut seleksi dan mendaftar di Universitas Jaya Jaya He yaitu Rp500.000, uang gedung Rp5.000.000,00 dan biaya buku dan lain-lain Rp500.000. Simpulan yang saya berikan yaitu saya menjadi termotivasi kuliah. Semoga saya bisa kuliah di Universitas Jaya Jaya He dan bisa meramaikan expo campus di SMAN 1 Rengel tiga tahun yang akan datang.
Refleksi Praktik Pembelajaran
1. Kegiatan apa yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu kegiatan presentasi yang dilakukan secara menyeluruh oleh mahasiswa. Kemaren masih enam mahasiswa yang sudah menampilkan video praktik aksi 2. Masih ada lima mahasiswa yang belum menampilkan video praktik aksi 2.
2. Kegiatan apa yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu diskusi terkait penampilan aksi 2. Ada beberapa masukan terkait penampilan masing-masing mahasiswa yaitu sebagian besar mahasiswa sering penggunaan kata oke saat interaksi dengan siswa. Kata oke sebaiknya diganti dengan kata baik. Namun secara keseluruhan video aksi 2 sudah lebih baik dan lebih bagus dari pada aksi 1.
3. Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini adalah melaksanakan perbaikan terkait praktik pembelajaran pada saat UKIN. Semua mahasiswa merasakan manfaat mengikuti PPG. Ilmu-ilmu yang didapatkan daam perkuliahan dapat meningkatkan kompetensi diri menjadi lebih baik lagi.
4. Upaya apa yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini?
Upaya yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu menciptakan pembelajaran yang berkualitas pada setiap pembelajaran saya. Hal ini saya lakukan agar kegiatan belajar mengajar menjadi lancar. Siswa aktif saat mengikuti kegiatan pembelajaran.
Saya sudah tua. Umur saya yang menginjak usia 31 tahun lagi. Sebentar lagi saya memasuki usia 32 tahun. Ada berbagai pelajaran hidup yang dapat petik. Pelajaran yang dapat memberikan diri ini menjadi diri yang lebih baik lagi, produktif, senantiasa memberikan aura positif, dan lain sebagainya. Pelajaran yang menjadikan diri ini lebih bijak lagi. Memaknai hidup memang tidak mudah begitu saya, semua memerlukan waktu.
Kegagalan pernah saya lakukan namun saya selalu berpikir positif. Tuhan memberikan saya kegagalan karena saya masih memiliki kesempatan untuk memperbaikinya. Saya harus memiliki usaha yang baik lagi untuk menggapai mimpi tersebut.
Tidak pernah dipungkiri bahwa setiap manusia pernah mengalami kegagalan. Kegagalan tidak melulu soal mimpi/harapan. Kegagalan bisa juga tentang asmara. Kegagalan bisa menjadi diri kita lebib kuat dan menjadi pribadi yang siap menerima.
Selamat tahun baru. Tahun baru kali ini berbeda dari tahun baru 2022 dan 2021.
Pada tahun itu tentu kita masih ditakutkan dengan adanya corona. Alhamdulillah pada tahun ini 2023 tidak begitu. Corona sudah mereda, aktivitas sudah bisa kembali seperti biasa. Pabrik dan sekolah sudah berjalan seperti biasa. Pada tahun-tahun sebelumnya, tempat rekreasi sepi dan tak ramai dikunjungi.
Pada akhir tahun untuk menyambut tahun baru kali ini tempat rekresi kembali ramai dikunjungi. Jalanan macet banyak kendaraan berlalu lalang. Untuk itu saya pun juga sudah beraktivitas seperti biasa mengajar di sekolah. Tahun 2022 menjadi tahun yang menurutku luar biasa, saya bisa produktif sekali. Terima kasih 2022 yang penuh dengan cerita dan antusias. Hal ini terjadi saat saya pada Januari 2022 bisa menghasilkan buku solo saya yang berjudul Roti Rindu Shifa. Tidak hanya menghasilkan saja namun saya berhasil menerbitkan. Untuk saat ini saya pun juga sudah mendapatkan laporan dari penerbit bahwa buku saya sudah laku 11. Target saya untuk ke depan semoga buku kedua saya bisa laris manis di pasaran. Lebih dari 11, puluhan, atau ratusan. Amin semoga tidak hanya diangan.
Tidak hanya itu, pada bulan Mei 2022 saya diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Meskipun pada awalnya mustahil bahwa mendapatkan NIP. Mendapatkan NIP itu susah namun Tuhan Maha Baik, maha segalanya. Saya bersyukur memiliki kesempatan yang dinanti-nantikan oleh semua orang. Semoga nasib P3k ini bisa diangkat menjadi PNS. Semoga saya berharap banyak kepada pemerintah Indonesia. Kami tahu bahwa memang pada dasarnya sama-sama pegawai pemerintah namun ada rasa yang kurang karena kami tidak menerima pensiunan. Ini hanya keinginan saya saja namun saya terima kasih kepada Tuhan dan juga pemerintah yang sudah memikirkan nasib guru honorer seperti saya ini.
Selain itu, tepat bulan Juni 2022 juga saya merasa senang bahwa saya juga memiliki kesempatan mengikuti pendidikan guru penggerak. Saat saya dinyatakan lolos seleksi, alangkah senangnya hati ini. Begitu riang dan bangga bahwa saya bisa menjadi bagian dari program ini. Ini pun menjadi hal yang luar biasa karena saya membuktikan kepada dunia bahwa saya mendukung sepenuhnya apa yang diprogramkan oleh pemerintah.
Pada tahun ini pula tepatnya Agustus 2022, saya berhasil menerbitkan buku antologi bersama murid-murid saya sebanyak empat antologi. Ini merupakan hal yang membanggakan pula bagi saya. Mereka mau diajak kerja sama dan mereka membuktikan bahwa mereka anak-anak yang luar biasa. Tidak hanya itu saya tahun ini juga bisa berkurban. Semoga tidak tahun 2022 saja, semoga tahun 2023 juga demikian. Alhamdulillah setelah lulus P3K saya bisa menabung dan bisa menyisihkan uang untuk berkurban. Semoga pada tahun 2023 saya dapat berkurban kembali.
Untuk yang terakhir, saya bahagia karena saya lolos seleksi dan dapat mengikuti PPG di Universitas Adi Buana Surabaya. Tepatnya pada Bulan November Tahun 2022 saya resmi menjadi mahasiswa PPG. Saya bersyukur mendapatkan kesempatan ini. Saya dapat berkenalan dengan mahasiswa PPG Daljab ini, para dosen yang luar biasa hebat, guru pamong yang selalu semangat mendampingi kami. Ilmu yang diberikan saat pendidikan sangat bermanfaat bagi saya. Kepada semua yang telah mendukung yaitu suami, anak, keluarga, teman-teman, murid-murid. Saya berterima kasih kepada tahun 2022 yang penuh dengan kejutan. Selamat tinggal 2022 dan selamat datang tahun 2023. Semoga pada tahun 2023 saya bisa lebih produktif lagi. Amin.
Nah saya akan membagikan tips atau trik kepada para pembaca blog agar kita bisa produktif. Berikut caranya:
1. Menyusun rencana
Kebiasaan saya yang baru di tahun 2022 ini saya menyusun rencana-rencana saya satu tahun ke depan. Saya menuliskan keinginan saya tersebut pada selembar kertas putih dan saya tempel di dinding ruang makan. Saya menuliskan harapan-harapan saya tersebut pada dinding tersebut. Saya juga menuliskan target saya yang terjadi untuk bulan apa. Misalnya program mencetak buku saya tulis pada bulan Agustus 2022. Ada pula program di tahun 2021 yang belum terlaksana, saya tuliskan kembali. Program tersebut seperti program menerbitkan buku solo. Pada tahun 2021 saya sudah menuliskan program tersebut namun saya belum bisa melaksanakannya.
2. Memberikan keterangan "Membaca = mengamini. Semoga terkabul"
Saya menuliskan semua program pada kertas HVS tersebut. Di atas tulisan saya berikan pula tulisan "Membaca = mengamini. Semoga terkabul". Hal seperti ini saya terinsipirasi dari teman saya saat saya kuliah bahwa kalau kita punya keinginan dan kita tuliskan pada selembar kertas lalu kita tempel di kamar agar oranv yang membaca tahu sekaligus mengamini. Insyaallah doa pun akan terijabah, orang-orang yang membaca akan senantiasa mendoakan dan Tuhan Maha Mendengar. Insyaallah akan terkabul. Bukan main setelah saya mempraktikkan ini, doa-doa dan harapan-harapan saya ini dapat mengalir dengan baik.
3. Berusaha dengan sungguh-sungguh
Tidak ada yang sia-sia jika keinginan diusahakan dengan sungguh-sungguh. Belajar, mendalami, memperbaruhi, memaknai, merevisi. Semua saya lakukan dengan maksimal agar keinginan saya juga dapat tergenggam dengan maksimal.
4. Berdoa
Setelah rencana sudah dipersiapkan dengan matang, usaha juga sudah dilaksanakan dengan maksimal maka doalah yang menjadi akhir cerita. Jangan lupa meminta doa setelah sholat dan minta doa kepada orang-orang di sekeliling kita.
Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan kepada para pembaca sekalian. Semoga bermanfaat. Tahun 2023 pasti bisa dan lebih produktif lagi. Semangat dan terus berkarya untuk Indonesia. Guru Indonesia hebat!
Kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu kegiatan presentasi yang belum menyeluruh. Anggota kelompok C sudah memaparkan pembuatan rencana aksi namun ada satu orang yang belum. Keterbatasan waktu tersebut mengakibatkan ada satu orang yang belum presentasi.
Kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu kegiatan presentasi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Setiap mahasiswa mendapat kesempatan untuk presentasi sedangkan yang lain mengomentari. Hal seperti ini dilakukan guna mendapat masukan, saran dari rekan sejawat guna perbaikan pembuatan rencana aksi.
Upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi kegiatan yang belum dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu melakukan diskusi dengan rekan sejawat melalui aplikasi whatsapp guna mendapat masukan dari yang lain. Teknik diskusi tersebut dilakukan oleh guru yang bersangkutan untuk mengeshare file word pembuatan rencana aksi. Rencana aksi tersebut dikomentar oleh rekan yang lain.
Upaya yang akan dilakukan untuk keberlanjutan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam pembelajaran ini yaitu kolaborasi dengan berbagai pihak. Tanpa adanya kolaborasi maka hasil yang didapatpun tidak akan maksimal. Upaya selanjutnya yaitu dengan aksi berbagi dengan rekan yang lain untuk memotivasi mengenai pembuatan modul ajar atau RPP.
Menganalisis Kebahasaan dalam Teks Resensi
Tentang kaidah kebahasaan teks resensi,
telah kamu pelajari pula di kelas VIII. Namun, untuk lebih jelasnya, amatilah
kembali contoh-contoh teks resensi di atas. Berdasarkan contoh-contoh tersebut
tampak bahwa teks resensi memiliki kaidah-kaidah kebahasaan seperti berikut.
1. Banyak menggunakan konjungsi penerang, seperti
bahwa, yakni, yaitu.
2. Banyak menggunakan konjungsi temporal:
sejak, semenjak, kemudian, akhirnya.
3. Banyak menggunakan konjungsi penyebababan:
karena, sebab.
4. Menggunakan pernyataan-pernyataan yang berupa saran atau rekomendasi pada bagian akhir teks. Hal ini ditandai oleh kata jangan, harus, hendaknya,
Perhatikan kata-kata bergaris bawah dalam cuplikan
berikut!
Sampai saat ini, kisah Layla-Majnun
merupakan cerita yang paling populer di Timur Tengah maupun Asia Tengah, di
antara bangsa-bangsa Arab, Turki, Persia, Afgan, Tajiks, Kurdi, India,
Pakistan, dan Azerbaijan. Kepopuleran kisah ini memberi inspirasi banyak
seniman, baik pelukis, pemusik, maupun pembuat flm, menciptakan beragam karya
seni yang menggambarkan kisah-kasih Layla dan Majnun.
Kata-kata tersebut merupakan contoh kata
serapan. Kata-kata itu berasal dari bahasa Inggris. Memang dalam
perkembangannya, memang bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa,
baik dari bahasa daerah maupun asing. Salah satu masalah yang dihadapi dalam
penulisan unsur serapan tersebut adalah penyesuaian ejaan dari bahasa lain itu
ke dalam bahasa Indonesia. Khususnya dengan bahasa asing, ejaan-ejaannya itu
memiliki banyak perbedaan dengan yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Pemerintah telah menetapkan beberapa
peraturan berkaitan dengan penulisan unsur serapan itu. Secara umum
peraturan-peraturan itu adalah sebagai berikut.
1.
Satu
bunyi dilambangkan dengan satu huruf, terkecuali untuk bunyi ng, ny, sy, kh
yang diwakili oleh dua huruf. Contoh: kromosom bukan khromosom, foto bukan
photo, retorika bukan rhetorika, dan tema bukan thema.
2.
Penulisan
kata serapan harus sesuai dengan cara pengucapan yang berlaku dalam bahasa
Indonesia. Misalnya: cek bukan check, tim bukan team, taksi bukan taxi, dan aki
bukan accu.
3. Penulisan kata serapan diusahakan untuk tidak jauh berbeda dengan kata aslinya. Contoh: aerob (Inggris: aerobe) bukan erob, hidraulik (Inggris: hydraulic) bukan hidrolik, sistem (Inggris: system) bukan sistim, frekuensi (Inggris: frequency) bukan frekwensi.
Mendiskusikan Hal-hal Menarik dalam Buku Kumpulan
Cerita
Evaluasi terhadap karya sastra semacam
novel lazim disebut dengan resensi, yakni ulasan terhadap kualitas suatu novel.
Resensi ditulis untuk menarik minat baca khalayak untuk membaca novel yang
diulas. Unsur persuasif sering ditonjolkan dalam resensi. Dengan adanya
resensi, pada khalayak timbul keinginan untuk membaca novel itu dan turut
mengapresiasinya. Dengan demikian, resensi juga berfungsi sebagai pengantar dan
pemandu bagi pembaca dalam menikmati novel tersebut.
Dalam contoh resensi “Petualangan Bocah di
Zaman Jepang” dijumpai ringkasan isi buku (novel). Ringkasan tersebut
dipaparkan dalam paragraf ke-3 sampai paragraf ke-6. Selain itu, dijelaskan
pula perbandingan novel yang diresensi itu dengan novel-novel lainnya (paragraf
ke-1 dan ke-7). Yang dibandingkan dalam hal ini adalah unsur tema dan
penokohan.
Dalam paragraf ke-7 sampai paragraf ke-10,
penulis membahas keunggulan-keunggulan novel tersebut berdasarkan unsur penokohan
(paragraf ke-7), unsur latar (paragraf 8-9), dan unsur gaya penyampaian
(paragraf ke-10). Walaupun hanya sekilas, penulis juga mengulas beberapa
kelemahan novel tersebut, yakni berkenaan dengan kelogisan dan gaya
penceritaan. Perhatikan petikan berikut.
1.
Meski
menarik tetap saja akan memunculkan pertanyaan bagaimana bisa bocah dua belas
tahun menjadi “sangat pintar”?
2.
Namun
uniknya, tidak ada satu pun terjemahan untuk kosakata Jepang tersebut. Jadi,
bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang, seperti saya juga, ya tebak-tebak saja
sendiri.
Dengan melihat contoh di atas, dapat kita
simpulkan bahwa untuk sampai pada tahap pengevaluasian, terlebih dahulu kita
harus mampu menganalisis novel itu dengan baik. Pemahaman tentang unsur-unsur
novel harus terkuasai dengan baik. Analisis tentang unsur-unsur novel yang
telah kita pahami sebelumnya harus menjadi dasar di dalam mengevaluasi novel
itu sehingga hasilnya benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkaan.
Adapun struktur penyajian resensi novel adalah sebagai berikut.
1. Identitas novel, yang meliputi judul, nama
penulis, penerbit, tahun terbit, dan tebal novel.
2. Menyajikan ikhtisar atau hal-hal menarik
dari novel.
3. Memberikan penilaian, yang meliputi
kelebihan dan kelemahannya. Penilaian tersebut sebaiknya meluputi unsur-unsur
novel itu secara lengkap, yakni tema, alur, penokohan, latar, gaya bahasa,
amanat, dan kepengarangan.
4. Menyimpulkan resensi yang disajikan.
Untuk sampai pada penyajian resensi novel
seperti itu, terdapat sejumlah pertanyaan yang dapat kita jadikan panduan.
Berikut pertanyaanpertanyaan yang dimaksud.
1. Tema
a. Apakah tema cerita itu?
b. Apakah tema itu sah dan benar sebagai
kebenaran umum?
2. Alur
a. Pola apakah yang digunakan pengarang dalam
membangun alur ceritanya itu?
b. Peristiwa-peristiwa apakah yang telah
dipilih untuk melayani tema cerita itu?
c. Apakah terdapat hubungan wajar dan baik
antara tema dengan peristiwa-peristiwa itu?
d. Mengapa suatu peristiwa lebih menonjol
daripada yang lainlainnya?
e. Apakah peristiwa-peristiwa itu disusun
secara rapi dan baik sehingga dapat memberikan suatu penekanan yang penting dan
berguna?
f. Apakah peristiwa-peristiwa itu wajar dan
hidup?
g. Bagaimana peristiwa-peristiwa itu
mengantarkan perjalanan hidup tokoh utamanya?
3. Latar
a. Di mana dan kapankah peristiwa itu terjadi?
b. Bagaimana peranan latar tersebut dalam
keseluruhan cerita: apakah latar tersebut menguatkan atau justru melemahkan
cerita?
4. Penokohan
a. Bagaimana cara pengarang dalam menampilkan
karakter tokohtokohnya?
b. Apakah karakter tokoh-tokoh itu wajar atau
terkesan dibuat-buat?
c. Bagaimana hubungan antara satu tokoh dengan
tokoh lainnya?
d. Bagaimana peranan karakter tokoh-tokoh
tersebut dalam mendukung tema dan menghidupkan alur cerita?
5. Sudut pandang
a. Dari sudut sudut pandang siapakah cerita
itu diceritakan?
b. Apakah sudut pandang itu dijalankan dengan
konsekuen dalam seluruh cerita?
6. Amanat
a. Apa amanat cerita itu?
b. Bagaimana cara pengarang menyampaikan
amanatnya, bersifat menggurui atau tidak?
7. Bahasa
a. Apakah bahasa cerita itu tajam, lincah, dan
sugestif?
b. Gaya bahasa apakah yang dipergunakan dalam
cerita itu?
c. Apakah penggunaan gaya bahasa itu tepat, wajar, dan hidup?
Menulis Resensi dari Buku Kumpulan Cerita
Menulis resensi tidaklah mudah. Untuk
melakukan kegiatan ini diperlukan beberapa persyaratan. Berikut persyaratan
tersebut.
1. Penulis harus memiliki pengetahuan di
bidangnya. Artinya, jika seorang penulis akan meresensi sebuah novel, maka ia
harus memiliki pengetahuan tentang teori novel dan perkembangannya.
2. Penulis harus memiliki kemampuan
menganalisis. Sebuah buku novel terdiri atas unsur internal dan eksternal atau
yang lebih dikenal dengan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seorang penulis harus
mampu menggali unsur-unsur tersebut.
3. Seorang penulis juga dituntut memiliki
pengetahuan dalam acuan yang sebanding. Artinya, penulis akan membandingkan
sebuah karya lain yang sejenis. Dengan demikian, ia akan mampu menemukan
kelemahan dan keunggulan
sebuah karya.
1. Pengertian laporan
hasil observasi
Laporan hasil observasi ialah teks yang mengungkapkan fakta-fakta yang didapatkan melalui proses pengamatan.
a.
Pengertian objektif
Objektif artinya informasi yang diberikan
sesuai dengan data yang didapat selama observasi. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk
menuliskan informasi dan data yang indra kalian benar-benar
dapatkan.
b.
Struktur laporan hasil observasi
Pernyataan umum atau klasifikasi
Bagian ini berisi pembuka atau pengantar hal tentang yang akan disampaikan, hal umum tentang objek yang akan dikaji, dan menjelaskan
secara garis besar pemahaman terhadap
hal tersebut. Contohnya, jika objek observasi adalah binatang, hal
yang dibahas
pada bagian ini adalah nama
ilmiah, klasifikasi umum binatang (serangga/mamalia/unggas, dll.), dan tempat hidup secara
umum.
Deskripsi bagian
Bagian ini berisi penjelasan detail mengenai objek atau bagian- bagian dari objek. Contohnya, jika objek observasi adalah binatang, hal-hal yang dapat dibahas di
bagian ini adalah bagian tubuh, pola
makan, daur hidup, habitat, kebiasaan unik, dll
Deskripsi manfaat atau kesimpulan
Bagian ini menjelaskan manfaat
objek yang diobservasi, baik bagi manusia maupun bagi alam secara umum.
Struktur laporan hasil observasi yang disajikan secara
ilmiah.
Laporan observasi dapat disajikan, baik secara populer
maupun ilmiah. Laporan populer memiliki bagian-bagian yang lebih fleksibel, tetapi bagiannya tidak
lengkap. Hal itu sebagaimana yang tampak pada artikel dalam surat
kabar atau majalah. Sementara itu, laporan ilmiah memiliki bagian lebih lengkap dan sistematika teratur.
Laporan hasil observasi
pada umumnya disajikan dalam bentuk karya tulis atau yang lazim disebut dengan makalah. Adapun yang dimaksud dengan makalah adalah karya tulis yang membahas suatu persoalan dengan pemecahan masalah berdasarkan hasil membaca atau hasil pengamatan lapangan. Makalah
biasanya disusun untuk
diskusi-diskusi resmi, seperti simposium, seminar, atau lokakarya. Makalah sering pula disebut paper, yakni tugas tertulis
pada suatu
mata
pelajaran yang penyusunannya dapat
berupa kajian hasil obervasi lapangan. Makalah
disajikan dalam bagian-bagian sebagai berikut:
Pendahuluan
Bagian ini menguraikan masalah yang akan dibahas, meliputi latar belakang
masalah, perumusan masalah, prosedur pemecahan masalah, dan sistematika pembahasan.
Pembahasan
Bagian ini memuat uraian tentang hasil kajian penulis
dalam mengembangkan jawaban terhadap
masalah yang dirumuskan.
Pembahasan masalah dilengkapi
dengan data lapangan (hasil observasi) serta pendapat-pendapat penulis itu sendiri. Bagian ini boleh saja disusun lebih dari satu bagian.
Kesimpulan
Kesimpulan adalah
pemaknaan kembali terhadap
uraian yang telah dibuat pada
bagian pembahasan. Bagian ini merupakan hasil
pemaknaan kembali pembahasan, bukan ringkasan isi. Dalam mengambil kesimpulan tersebut, penulis harus mengacu pada permasalahan yang diajukan dalam
bagian pendahuluan.
Salah satu ciri
bahasa yang digunakan dalam laporan hasil
observasi adalah penggunaan
bahasa ilmiah. Hal ini tidak lepas dari laporan hasil observasi yang termasuk ke dalam teks ilmiah. Untuk memahami arti kata-kata ilmiah yang jarang ditemukan
dalam kehidupan sehari-hari, kalian dapat menggunakan cara-cara berikut. Makna atau arti
kata
sering kali dijelaskan secara langsung
atau tersurat dalam
teks.
Contoh:
Belalang
anggrek merupakan predator polifagus
atau pemakan beberapa jenis mangsa.
Makna atau
arti
kata
dapat kita
dapatkan dari
penjelasan secara tidak langsung dalam teks.
Tonggeret
termasuk ke dalam hewan herbivora. Tonggeret dewasa mengisap sari makanan dari batang pohon menggunakan mulutnya
yang seperti jarum.
Saat masih berbentuk nimfa, tonggeret mengisap
cairan dari akar pohon untuk bertahan
hidup.
Dari teks tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa herbivora berarti
hewan
yang memakan tumbuhan atau bagian tumbuhan.
Makna
atau arti kata
dapat
kita dapatkan
dengan
menggunakan
petunjuk visual yang terdapat dalam teks.
Dari gambar di
atas dapat kita simpulkan bahwa elytra adalah sayap atas
yang menutupi sayap bagian
bawah. Kalian juga dapat menggunakan kamus, ensiklopedia, atau
tesaurus, baik dalam bentuk cetak maupun
daring untuk mencari
makna atau arti kata.
Gambar
6. Tangkapan
layar laman KBBI Daring
Sumber: Fadillah
T. A. (2020)
Gambar di atas merupakan tangkapan layar dari kamus besar bahasa Indonesia daring saat
kalian mencari arti
kata toraks. Untuk mengakses laman tersebut, kalian dapat mengunjungi https://kbbi.kemdikbud.go.id.
Gambar 7. Tangkapan layar laman
Tesaurus Tematis Bahasa
Indonesia Sumber: Fadillah
T. A. (2020)
Kalimat Definisi dan Kalimat Deskripsi
Kalimat Definisi
Kalimat definisi merupakan kalimat yang memberikan
penjelasan umum tentang
suatu benda, hal aktivitas, dan
lain-lain. Kalimat definisi sering digunakan dalam teks laporan dan merujuk pada sebuah istilah teknis atau ilmiah tertentu. Kalimat definisi ini membantu pembacanya
untuk mengetahui atau memahami istilah-istilah yang sering
muncul dalam sebuah tulisan.
Kalimat definisi
biasanya menggunakan kopula, seperti kata adalah, merupakan, dan yaitu.
Belalang anggrek (Hymenopus coronatus) adalah salah satu jenis belalang sentadu atau belalang sembah yang hidup di
Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya.
Belalang anggrek merupakan predator polifagus atau pemakan beberapa
jenis mangsa.
Kalimat deskripsi adalah kalimat yang menggambarkan sifat-sifat atau ciri-ciri khusus suatu benda. Sifat-sifat tersebut merujuk
pada hal khusus yang
dapat
ditangkap oleh pancaindra, misalnya
berupa ukuran besar kecil
dan tinggi rendah. Warna seperti
merah, kuning, dan biru. Rasa seperti manis, pahit,
getir, halus, dan kasar. Kalimat deskripsi membantu pembaca membayangkan apa yang sedang dibicarakan seolah-olah seperti melihat, merasakan, atau mengalaminya sendiri.
Tubuh mereka
berwarna putih dengan aksen merah muda lembut atau cerah.
Sayap depan berfungsi melindungi sayap belakang sehingga teksturnya lebih keras.
Selain menggambarkan sifat atau ciri khusus suatu objek, kalimat deskripsi juga dapat menjelaskan sebuah aktivitas yang dilakukan objek tersebut. Kalimat ini menggunakan kata kerja material
atau kata kerja yang menunjukkan tindakan suatu benda,
binatang, manusia, atau peristiwa.
Rongga itu memperkuat suara yang dihasilkan oleh getaran tymbal.
Saat bertelur, tonggeret betina menempelkan
telur-telurnya di cabang atau
batang pohon dan rerumputan.
b. Imbuhan di-
Sering kali
penulisan imbuhan “di-” disalahartikan dengan kata depan
“di”. Untuk membedakan mana yang merupakan imbuhan dan mana yang merupakan kata
depan, kalian dapat mempelajarinya dari tabel berikut:
Tabel 1.4 Perbedaan imbuhan di- dan kata depan
di
Penulisan
disatukan dengan
kata yang Penulisan Kutipan Tidak Langsung
dan Sumber Rujukannya
Sebagai teks yang bersifat ilmiah, laporan hasil observasi harus menyajikan data yang akurat. Salah satu cara untuk menyajikan
data yang akurat sebagai pendukung hasil observasi, kalian dapat menggunakan sumber lain baik berupa buku, artikel, maupun sumber digital. Perhatikan kutipan teks berikut
Kunang-kunang betina ada yang mempunyai sayap dan tidak mempunyai sayap sehingga tidak selalu terbang (Borror
& White 1970,
37).
Esig (1958, 78) menyatakan bahwa spesies
kunang-kunang sering ditemukan di daerah dengan kelembapan tinggi dan hangat,
seperti kolam, sungai, payau, lembah, parit,
dan padang rumput.
Kedua kalimat tersebut merupakan kutipan tidak langsung yang digu- nakan oleh penulis. Kutipan tidak
langsung adalah penggunaan pendapat seorang penulis
atau tokoh berupa inti sari atau ikhtisar dari pendapat tersebut. Untuk membuat
kutipan tidak langsung, kita harus memahami terlebih dahulu informasi
yang akan dikutip. Setelah itu, tulislah inti dari informasi tersebut dengan
menggunakan bahasa sendiri. Kalian juga dapat mengubah struktur kalimatnya menjadi
kalimat pasif atau sebaliknya.
Kutipan tidak langsung yang dituliskan dalam teks
dapat menggunakan dua format pada contoh kalimat di atas. Kalimat pertama mencantumkan sumber kutipan dalam tanda kurung pada akhir kalimat berupa nama belakang penulis, tahun penerbitan, dan halaman sumber kutipan. Kutipan tersebut diambil dari tulisan karya Borror dan White tahun 1970 pada halaman 37.
Kalimat kedua mencantumkan nama belakang penulis
sumber kutipan
di luar tanda kurung dan mencantumkan
tahun dan halaman kutipan dalam tanda kurung. Kutipan tersebut merupakan pernyataan dari karya yang ditulis Esig tahun 1958 pada halaman 78.
Semua sumber kutipan harus
dicantumkan pada daftar pustaka untuk menghindari plagiasi atau
pengambilan karya orang lain tanpa izin. Jika dituliskan dalam daftar pustaka, sumber kutipan tersebut ditulis sebagai
berikut:
Borror DJ, White RE.
1970. Peterson Field Guides: Insects. Boston (US): Houghton Mifflin Company.
Essig, EO. 1958. College
Entomology. 5th ed. New York (US): MacMillan Company.
Penulisan daftar pustaka mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota penerbit, dan nama penerbit secara berurutan. Jika kalian mengutip sumber dari internet,
sumber tersebut dapat ditulis
seperti contoh berikut:
Sumber berupa karya ilmiah
Wijayanti, Anik. 2015. Kajian Habitat dan Aktivitas
Kemunculan Kunang-
Kunang dengan Observasi Cuaca Skala
Mikro di Kawasan Situ
Tanggal pengaksesan penting
untuk dicantumkan
karena sumber dari internet bersifat
dinamis. Artikel tersebut sewaktu-waktu
dapat menghilang atau
berubah.
Format penulisan kutipan dan daftar pustaka yang disampaikan di atas menggunakan format Chicago Manual Style (CMS) Edisi ke-16. Selain CMS, terdapat banyak jenis format penulisan kutipan dan daftar pustaka yang digunakan di seluruh dunia, antara lain APA (American Psychological Association) dan MLA (Modern Language Association). Setiap lembaga biasanya menentukan jenis format yang digunakan, termasuk dalam kegiatan lomba karya tulis ilmiah. Jika kalian akan mengirimkan karya tulis ilmiah, perhatikanlah aturan yang ditetapkan oleh panitia secara saksama.
Daftar Pustaka
Gamilah, Selfi Indra dan Fadillah. 2021. Mengungkap Fakta Alam secara Objektif Buku Panduan Guru Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta Pusat: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.