Wednesday, January 25, 2012

ANALISIS TEORI SEMIOTIKA PEIRCE CERPEN KUNANG-KUNANG DALAM BIR

Diposkan oleh Rizky Fitriyanti Pradani di 8:17 PM

Penanda fisik:
  1. Ada lima puluh tiga paragraf
  2. Penanda bintang tiga yang menceritakan bahwa cerita itu berjarak waktu lama.
  3. Penanda Jakarta, Coffewar bahwa sepertinya pengarang saat menilis cerpen ini seang berada di warung kopi Jakarta.
  4. Penggunaan kata kunang-kunang keluar tiga puluh tiga kali dan penggunaan kata cium keluar dua belas kali.
Jika dilihat dari segitia Peirce tandanya adalah kunang-kunang, interpretasinya adalah sudah meninggal. Di mana penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu. Tidak hanya itu, terjadi pergesaran kata ‘buah dada’ (paragraf kedua) menjadi ‘dada’(paragraf ketiga belas, paragraf kedua puluh)
Cerpen tersebut diakhiri dengan kunang-kunang yang menempel di bibir bir yang telah kosong karena cerita ini tokoh utama/pelaku utama diibaratkan sebagai kunang-kunang yang sudah tidak dapat lagi mereguk air bir. Dan karena kunang-kunang tersebut sudah mati.

1 komentar:

munawaroh elfarchah said...

blognya cantik mbk...ajari

Post a Comment

Karena Perbedaan Itulah Yang Menyatukan Kita. ( ^_^) Slideshow: Kelas’s trip to Surabaya, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Surabaya slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.
 

Serba Serbi Sastra dan Duniaku Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea